Sabtu, 07 Mei 2016

Sejarah BeeGees


Band yang satu ini merupakan band tahun 60an yang karya-karya nya masih sering terdengar ditelinga kita. Salah satu karyanya yang akrab ditelinga adalah lagu yang berjudul “How Deep Is Your Love”. Musiknya lembut terdengar enak ditelinga, berikut ini adalah biografi perjalanan band Bee Gees.
Tiga bersaudara Gibb sangat akrab sebagai anak-anak dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama-sama. Pada tahun 1958, keluarganya pindah ke Australia, ketika disana, mereka sering tampil di radio dengan dua temannya, Bill Goode dan Bill Gates.
Group ini memiliki nama baru untuk diri mereka sendiri, The BGS - terdiri dari inisial Common Barry Gibb, Bill Goode, Bill Gates. Beberapa tahun kemudian berubah nama menjadi The Bee Gees yang berarti Brothers Gibb. Kemudian Bee Gees memutuskan pindah ke Inggris untuk mencoba keberuntungan mereka di sana.
Dengan Robert Stigwood sebagai manajer, Bee Gees telah memukau dunia internasional dengan single pertama mereka pada tahun 1967 'New York Mining Disaster'.  Dengan dua anggota band baru, Colin Peterson (drum) dan Vince Melouney (gitar), Bee Gees mengeluarkan album pertama 'Bee Gees 1' dan album tersebut sangat laku. Dalam lebih dari setahun lagu-lagu Bee Gees menjadi hits di 15 negara.



Pada 1969, Bee Gees mulai menunjukkan tanda keretakan, ketika dalam group mulai muncul ketegangan dan perbedaan pendapat atar anggota. Colin Peterson meninggalkan band dan menggugat group untuk tidak menggunakan nama Bee Gees.
Selang beberapa waktu mereka pecah, tapi bersatu kembali pada tahun 1971 untuk merekam album 'Dua Tahun Aktif'. Dan pada waktu itu diterima dengan dengan baik oleh para penggemar, mereka memiliki serangkaian permasalahan antara 1972 dan 1975. Namun, mereka tetap
bersama sebagai sebuah band dan tidak terpecah lagi.



Pada tahun 1975, dengan bantuan produser Arif Mardin, Bee Gees pindah dari band balada menjadi band yang dipengaruhi gaya R & B dan dirilis Album 'Main Course'.
Mereka kemudian mengeluarkan single 'Jive Talkin' yang menjadi nomer 1 di tanggal lagu. Album mereka 'Anak-anak dari World' memperoleh platinum, dengan tiga hit single, dan ketika tur dengan album ini, semua hasil keuntungan dari album terebut di sumbangkan ke badan amal anak-anak.
Proyek berikutnya The Bee Gees adalah menggarap soundtrack 'Saturday Night Fever', merupakan salah satu album yang mengalami sukses besar yang berisikan lagu-lagu terbaik mereka, yaitu 'stayin' Alive ',' How Deep Is Your Love 'dan' Night Fever '. Album ini menjadikan nomor 1 di tanggal lagu dunia, dan membuat rekor menjadi nomor 1 selama 24 minggu berturut-turut.
Pada akhir dekade, Bee Gees memiliki lima album yang semua mendapatkan platinum.
Pada tahun 1988, tragedi menimpa keluarga, Andy Gibb saudara bungsu mereka, meninggal, diikuti oleh ayah mereka.
The Bee Gees terus merilis single yang diterima dengan baik, pada 1997, menerima Lifetime Achievement Award di American Music Awards, sebuah Legenda Award di World Music Awards dan diangkat ke dalam Rock & Roll Hall of Fame.
Sayangnya, pada tahun 2003 Maurice Gibb meninggal pada usia 53, setelah komplikasi selama operasi. Awalnya, saudara-saudara yang masih hidup mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk meneruskan nama "Bee Gees" dalam memori. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka memutuskan untuk pensiun.Pada minggu yang sama Maurice meninggal, kemudian album solo Robin Magnet dirilis.
Walaupun ada pembicaraan tentang sebuah tugu peringatan yang menampilkan konser, namun tidak terwujud. Sejak saat itu Barry dan Robin terus bekerja secara independen dan keduanya merilis rekaman dengan artis lain.

To Love Somebody
I started a joke
Too Much Heaven

Sumber: http://cupakcuwow.blogspot.co.id/2013/09/sejarah-singkat-bee-gees.html

Jumat, 06 Mei 2016

Sejarah Superman Is Dead


Nama : Eka Rock Tempat/tgl lahir : Negara, 8 Februari 1975 Pendidikan : Sastra Inggris, Faksas Unud
Nama : Bobby Kool Tempat/tgl lahir : Denpasar, 8 September 1977 Pendidikan : Sastra Inggris, Faksas Univ. Warmadewa Denpasar
Nama : Jerinx Tempat/tgl lahir : Kuta, 10 Februari 1977 Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Undiknas Denpasar

Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.
Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.


Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.
Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.
Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.
Imej yang frontal hendak ditonjolkan oleh SID ke publik, self-described as: "Blitzkrieg 3-chordsabilly Beer Punk Rock" (think raw energy of Ramones vs Living End meets Supersuckers + Sid Vicious' nihilism yet supersonicaly fueled with beer-soaked Rockabilly attitude… Ribet, kan? Horeee…) SID sendiri telah menerbitkan 3 indie album (Case 15 - thn 95; Superman Is Dead - thn 99; Bad, Bad, Bad - Maret 2002, berformat mini album - berisikan 6 lagu). Menuju pelebaran skala wilayah pencapaian publik, fajar 2003 SID - bekerjasama dengan Spills Record - merilis ulang "Bad, Bad, Bad" dalam bentuk single (4 lagu). Maret 2003, SID menandatangani kontrak dengan Sony Music Indonesia. Yang oh mengejutkan, Sony Music berbesar hati mempersilakan SID riang gembira terus bernyanyi dalam lirik mayoritas berbahasa Inggris. Tepatnya 70% Inggris, 30% Indonesia. Wow. Sony Music nekat (namun terukur)? Atau beranggapan sudah saatnya menancapkan jejak monumental? Atau semata capek/males/bosen/ngantuk dibombardir ewuh pakewuh etos adiluhung Punk Rock oleh kontingen big badass Balinese beer band bernama SID? Whoa... (Hey, whatever it is, the history of Indonesian Punk Rock has just begun. And miracles are real, mind you).

Kilas balik, pra-tragedi bom SID agresif diundang berkiprah di kafe-kafe internasional di seantero Kuta yang mana SID dipersilakan memuntahkan gubahan sendiri (baca: bukan sebagai cover band). Esensial dicatat, untuk skala lokal hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Bali. Di masa silam, legiun band yang beraksi di pub-pub di Kuta hanya diijinkan mengusung ciptaan orang lain an sich.

Popularitas SID perlahan kian menjulang ketika satu demi satu tembang SID - yang dominan berlirik Inggris - ultra frekuentif diputar di radio-radio lokal berpengaruh ya di Bali ya (melebar) ke Jawa >dus, percaya atau tidak, lagu-lagu SID malah telah gencar juga diperdengarkan di radio-radio di Australia, Swedia dan jazirah Skandinavia lainnya.



Langkah fenomenal SID bisa disebut dimulai pada Agustus 2002 saat menjadi band pembuka Hoobastank di Hard Rock Hotel, Kuta, Bali. Kemudian tengah September '02 SID duhai mencengangkan sukses mengobrak-abrik Senayan di acara Puma Street Games. Berlanjut Desember 02 SID digjaya meluluhlantakkan PL Fair. Berikutnya diwawancara oleh MTV Sky, M97 FM, Prambors, dsb, serta masif diekspos oleh hampir seluruh majalah remaja populer nasional. Di Hai edisi tahunan 2002-2003 - bersama Rocket Rockers - SID dimunculkan sebagai The Next Big Thing. Pun oleh MTV Trax SID dinobatkan sebagai band potensial 2003.
Epos Punk Rock paling mutakhir, SID telah merampungkan proses rekaman bersama Sony Music dengan judul album "Kuta Rock City" dan hingga minggu ke-3, um, telah terjual puluhan ribu kopi


Kuta Rock City

Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock.Selain beberapa lagu baru, SID juga menambahkan beberapa lagu lama dari album indie mereka tetapi dengan aransemen yang lebih baik dan baru. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik. Selain itu pula, ini merupakan langkah pertama SID di mayor label yang menimbulkan beberapa kontroversi di kalangan punk
The Hangover Decade

Album yang dirilis tahun 2005 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.
Black Market Love

dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.
Angels & the Outsiders

Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.



Jadilah Legenda
Jika Kami Bersama
Sunset Di Tanah Airku

Sumber: http://sejarahgroupband.blogspot.co.id/2012/02/terbentuknya-band-superman-is-dead.html

Sejarah Band Netral



NETRAL adalah Group Band yang dibentuk pada tanggal 11 November 1992. Dimana oleh pers Indonesia saat itu dikatakan sebagai Band Alternatif. Terlepas dari yang diberikan pers Indonesia ini benar atau tidak. Yang jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang benar-benar murni keluar dari hati Nurani mereka sendiri. Sesuai dengan Definisi Musik yang kita kenal.

Musik adalah Suatu bahasa yang universal yang dapat dimengerti oleh semua orang, dimana musik menyuarakan isi hati sang pemusik yang memang ingin mengeluarkan dan membagikan apa yang mereka rasakan kepada semua orang.


Sejak terbentuk, Netral hanya terdiri dari tiga personil, yaitu :

BAGUS DHANAR DHANA
Lahir pada tanggal 17 Januari 1971. Dalam band ini Bagus memainkan alat musik Bass Guitar dan juga sebagai Vokalis. Permainan Bass dan karakter suaranya memberikan warna PUNK pada musik Netral
GABRIEL BIMO SULAKSONOLahir pada tanggal 22 Desember 1971. Memainkan alat musik Drum, yang berhasil memberikan ciri yang unik pada musik Netral.
RICY DAYANDANILebih dikenal dengan nama Miten, Lahir pada tanggal 23 September 1971, memainkan alat musik Guitar dengan memberikan ciri Rock ‘ N Roll.

Mulanya, mereka memainkan musik-musik dari luar negeri seperti Nirvana, Testament, Jimi Hendrix, Alice in chain, Metallica, dan lain-lain. Juga sering mengisi acara-acara di SMA-SMA maupun Universitas-Universitas di Jabotabek.. 

Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat Netral semakin dewasa dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album sendiri. Pada tahun 1994, dengan melalui perjuangan yang tidak ringan, Netral akhirnya mendapatkan produser untuk album perdananya. Dibawah naungan PT. Indosemar Sakti, Netral merilis album wa…lah, dan berhasil menjual lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc dari album perdana ini..

Album kedua Netral berjudul Tidak Enak dirilis pada tanggal 30 Juli 1996 dan koferensi pers di Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan rekan pers dari daerah lainnya.

Album kedua Netral berjudul TIDAK ENAK, memang berkesan tidak enak, tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan lagu Bobo, boring day , dan desaku album kedua ini tidak kalah angka penjualannya dengan album pertama.

Band ini semakin dikenal banyak orang sehingga ketika band asing seperti Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys hadir di Indonesia pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival, Netral diminta untuk menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang menyaksikan pementasan Netral.

Tidak hanya sukses di pementasan, namun sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral dalam nominasi BASF AWARD untuk kategori pendatang baru terbaik dari group Rock terbaik.

Pada tanggal 16 januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan judul “ Album Minggu Ini “ dan berlangsung menggelar tour ke-24 kota di Sumatera dan Jawa. Dengan klip video “ Pucat Pedih Serang “ buatan Rizal Mantovani, membuat penjualan album ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu pertama. Angka ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu lain yang sangat disukai pasar seperti lagu Kau, Selamat Datang, dan Dukun Kebo Ijo. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ini lebih mudah didengar, dengan harapan mampu menyerap pasar yang lebih luas.

Pada bulan Juli 1998, Bimo menyatakan ingin keluar karena mau mencoba warna musik baru. Walaupun berat hati namun akhirnya Netral harus melepas Bimo. Masa-masa tanpa Bimo harus dilewati dengan Additional Drummer untuk mengisi jadwal pementasan.

Beberapa Additional Drummer yang pernah membantu Netral, adalah :
1. Hengky (Kindern)
2. Toni Traxx (Kaktus)
3. Eno (Djakarta)

Atas desakkan produser, Netral harus segera mencari Drummer tetap untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Bimo, maka setelah mempertimbangkan banyak hal, diputuskan untuk mengajak Eno sebagai Drummer tetap Netral. Maka terhitung sejak 26 Maret 1999, Eno menerima tawaran Netral dan resmi menggantikan Bimo.

Adapun Data diri dari Eno adalah :

Nama : Eno Gitara Riyanto
Tempat/Tgl.Lahir : 11 Oktober 1979
Pengalaman : - Djakarta Band


- Additional Musician untuk Bima Band
Pendidikan : Universitas Pancasila, Fak. Teknik Arsitektur
Warna Musik : Rock, Blues, Acid, Fusion

Bersama Eno, akhirnya Netral dapat merilis album keempatnya yang berjudul “ PATEN “ pada tanggal 9 Juni 1999. Dengan didukung Additional Musician seperti Dhani Ahmad dan Dessy Fitri, hits Netral yang berjudul “ Nurani “ dipercaya dapat menaikkan angka penjualan album diatas 150.000 unit. Apalagi di album ini masih ada materi-materi seperti Babi, ’98, & Pecah Belah, Yang Enerjik, mudah dipahami dan dapat mewakili suara-suara anak muda yang selama ini kurang didengar.Sound Guitar yang unik dan pukulan Drum Eno yang dinamis menjadikan album ini lebih matang dari album-album sebelumnya.

Pada bulan Juli 1999 dengan bantuan sutradara Dimas Djayadiningrat video klip nurani menjadi juara video musik Indonesia untuk bulan Juli 1999/2000.
Pada bulan Agustus – September netral melakukan tour di beberapa kota di jawa – bali termasuk bisa main di centerstage di Hard rock hotel Bali yang biasanya diisi oleh musik-musik yang easy listening.

Akhir bulan November Miten mengundurkan diri dari netral setelah beberapa kali absen di setiap kegiatan. Pada bulan Desember 1999 Miten berpamitan untuk berangkat ke Amerika meneruskan sekolahnya. 

Setelah Miten mengundurkan diri, dan sementara posisinya diisi oleh beberapa additional , yang antara lainnya adalah Damar ( kakak kandung Miten). Adapun pengisi gitar selama belum mendapat pengganti adalah :
1. Apoy ( Denny Iskandar) 
2. Damar 
3. Denny Chasmala
4. Taras

Secara bergantian mereka membantu netral untuk konser, rekaman atau kegiatan lainnya.


Pada bulan Mei 2000 netral menyelesaikan rekamannya untuk “album the best” yang materinya 12 lagu kumpulan dari album pertama hingga keempat dan ditambah dua lagu baru yang berjudul Cahaya bulan, dan Warna Biru.

Total jumlah keseluruhan lagu dalam album ini adalah 14 lagu, terdiri dari :
Cahaya Bulan, Wa..lah, Nurani, Pelangi, Pucat Pedih Serang, Sakau, Boring day, Bulan, Babi, Kau, Desaku, Sampah, Bobo, Warna biru.
Untuk lebih menarik lagi judul album ini di plesetkan menjadi Netral is the best. Dan akhirnya pada bulan Juni 2000 kaset dan Compact Disc album ini dirilis oleh PT. Indo Semar Sakti selaku produser netral. 

Pada Tahun 2001, dengan 2 orang personil aja netral merilis album ke V dengan judul “Oke Deh” dengan hits singlenya Bertarung.
Album ini berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh beberapa additional gitar. 

Tahun 2003, Netral mendapat satu personil baru untuk posisi gitar yaitu Coki, setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional gitar di beberapa konser musik bersama netral, makan akhirnya, coki resmi menjadi anggota netral. Di tahun yang sama, netral merilis album terbaru bertitel “Kancut” dengan single pertamanya yang berjudul - I Love You. Album ini cukup sukses dan merebut perhatian anak-anak muda karena materi album ini cukup fresh, dan unik namun memiliki ciri khas netral yang kental. Pada akhir tahun 2003 , Netral mengeluarkan klip keduanya berjudul – Namanya Juga Netral. Lagu yang sedikit berbau bossas ini disertai lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan beat ala netral yang kencang dan powerful, menjadikan lagu ini menjadi sesuatu yang baru dan unik bagi pasar musik Indonesia.

Tanggal 7 Februari 2005, netral merilis album ke VII, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping DVD saja, netral bermaksud agar album ini menjadi persembahan yang special bagi para pecinta musik netral. Karena album ini hanya dicetak terbatas. Dengan menjadi produser album sendiri dengan nama “Kancut Record”, netral merilis album “Hitam” , dengan single pertamanya – Haru Biru. Album ini hanya dijual melalui fans club neytral, melalui distro dan melalui MTV trax, dengan disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album ini. Maka menjadikan album ini sesuatu yang special dan mungkin baru pertama di Indonesia.


Pada Bulan Juni 2005, netral merilis album ke 8 yang berjudul “Putih” . Atas desakkan para penggemar netral, maka album ini dirilis secara nasional dengan bekerja sama dengan Alfa Records sebagai distributor, maka album putih ini bisa diperoleh di semua toko kaset. Album ini menghasilkan banyak single seperti ; “Terbang Tenggelam”’, “Sorri”, “di Pantai di kala rembulan”, “Super Hero”, dan “Terompet Iblis”. Album putih ini cukup sukses dalam penjualannya yang tidak kurang dari 100 ribu keping kaset terjual di seluruh Indonesia. Belum lagi jadwal konser yang padat selama 1 tahun penuh, membuat album Putih ini cukup sukses. 

Adalah Netral yang berarti bebas, tanpa batasan, positif, dan tidak pernah berpihak pada apa dan siapapun, hanya berpihak pada dirinya sendiri dan diatas segalanya tentunya Tuhan Yang Maha Esa.

Hits:
Pertempuran hati
Terbang tenggelam
Sorry

Sumber : http://sejarahgroupband.blogspot.co.id/2012/02/netral-adalah-group-band-yang-dibentuk.html

Kamis, 05 Mei 2016

Sejarah Maroon 5


Empat anggota asli dari Maroon 5 telah saling kenal sejak menghadiri Brentwood Sekolah (Los Angeles, California) . Ketika menghadiri Brentwood Sekolah, Adam Levine dan Jesse Carmichael bergabung dengan Mickey Madden dan Ryan Dusick untuk membentuk Bunga Kara , sebuah garasi / band grunge. Nama itu diambil dari seorang gadis yang band memiliki "naksir kolektif" pada . Band ini memainkan pertunjukan pertama di Whisky a Go Go pada tanggal 16 September 1995.Sementara mereka sedang bermain pesta pantai di Malibu, indie produser Tommy Allen mendengar mereka bermain dan ditawarkan untuk mengelola mereka dan merekam catatan lengkap dengan pasangannya, penulis lagu John DeNicola (Dirty Dancing). Sementara belanja untuk kesepakatan untuk band, tim manajemen Bob Cavallo mendengar catatan Allen dan DeNicola diproduksi, yang akhirnya menyebabkan kesepakatan mereka dengan Reprise Records dan produser Rob Cavallo Sangat. Awal, suara mereka adalah apa Carmichael disebut "Fugazi [suara] memenuhi Sesame Street [lirik] ".Namun, dengan rilis Dunia Keempat pada tahun 1996, mereka telah berubah menjadi band dengan mengingatkan gaya Britpop 1960 Meskipun harapan yang tinggi dari perusahaan rekaman band dan., Album gagal untuk menangkap dan memimpin mereka tunggal, " Sabun Disco ", adalah kegagalan [9]. Menurut Levine, kegagalan album ini" kekecewaan besar "yang hampir membuat mereka putus pada tahun 1998.  Album terjual sekitar 5.000 eksemplar dan mereka dijatuhkan setelah hanya enam bulan. Levine dan Carmichael kuliah di Sekolah Tinggi Lima Kota di Long Island, New York, sementara Madden dan Dusick tinggal di rumah di LA, dan menghadiri sebuah istilah dari perguruan tinggi di UCLA Pada Lima Kota. College, Levine dan Carmichael terkena untuk pertama kali ke Injil, hip-hop dan R & B dari sekolahnya sebagian besar Afrika-Amerika Levine kredit periode itu dengan menginformasikan gaya baru band ini menyatakan.:

 

Saya menghabiskan banyak waktu di New York di mana saya terkena budaya kota dan hip-hop dengan cara yang belum pernah terjadi pada saya di LA Ternyata saya pada sebuah genre yang sama sekali baru musik yang memiliki dampak besar pada saya menulis lagu .
Ketika dua kembali pada tahun 2000, mereka membawa pengaruh-pengaruh dengan mereka. [10] Sam Farrar (bassis dari Planet Band Phantom, yang saat ini hiatus, dan mantan teman sekamar Levine dan Valentine) mengatakan bahwa lagu Aaliyah "Apakah Anda ItuSeseorang? " terpengaruh dan dipengaruhi band lagu "Tidak Coming Home." Produser Tim Sommer menandatangani kesepakatan mereka untuk demo dengan MCA catatan dan menghasilkan tiga trek dengan mereka di Los Angeles pada pertengahan tahun 2000 dengan teknik Dearnly Mark. Terhadap saran Sommer itu, MCA menolak untuk mengambil band, dan trek ini tidak pernah dirilis. Jordan Feldstein, seorang teman keluarga Levine dan agen junior di ICM, dihentikan oleh salah satu latihan band dan sangat terkejut dengan apa yang dia dengar bahwa dia berhenti dari pekerjaannya untuk mengelola waktu band penuh. Band ini menempatkan bersama-sama demo yang ditolak oleh beberapa label, sebelum jatuh ke tangan Records Octone eksekutif James Diener, Ben Berkman dan David Boxenbaum . Sambil mencari bakat untuk label Octone baru, Berkman diberi sekelompok demo olehsaudara dari mantan rekan di Columbia Records dan lagu yang menarik perhatiannya adalah "sebuah lagu jenius disebut 'Minggu Pagi'". Berkman terkejut lagu dikreditkan pada Bunga Kara karena mereka terdengar sama sekali berbeda dari band dia mendengar sementara pada Warner Brothers.



Berkman mendorong Diener, dan Boxenbaum untuk terbang ke LA untuk menonton pertunjukan menampilkan di Ruang Viper untuk Bunga Kara empat potong itu. Setelah menonton Levine panggung, mereka yakin.Berkman mengatakan ia percaya apa yang HitQuarters band perlukan adalah "anggota kelima untuk bermain gitar dan membebaskan penyanyi, sehingga ia bisa menjadi bintang aku menyadari dia menjadi."Octone segera bersikeras bahwa band ini mengubah namanya untuk istirahat dengan pop-rock masa lalu. Juga, label mulai mencari gitaris penuh waktu untuk memungkinkan Levine untuk fokus pada melakukan sebagai frontman tersebut. James Valentine (dari LA Band Square) direkrut untuk pekerjaan  Pada-Nya bergabung dengan band, Valentine berkomentar: "Saya berteman dengan mereka dan kita semacam mulai jamming bersama-sama, itu sangat mirip saya berselingkuh. band saya, kami memiliki semacam berselingkuh dan aku akhirnya keluar dari band saya yang lain untuk bergabung dengan mereka. "  Bahkan masih, lagu-lagu hanya repertoar mereka yang memamerkan arah baru band itu "Minggu Pagi" dan segera-to-be-ditulis "Dia Akan Loved"-baik yang label disetujui sebagai single pertama . Band melakukan tur selama setahun penuh sebelum memasuki studio dengan produser Matt Wallace. Levine frustrasi dengan tuntutan Berkman untuk sebuah single memimpin mengilhaminya untuk menulis hanya itu-sebuah lagu yang berjudul "Sulit untuk Bernapas". Alasan yang bernama "Maroon 5" adalah rahasia yang hanya band dan Billy Joel tahu.

Hits:
Sugar
Payphone
Wont Go Home Without You

Sumber : http://mfalghifari.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-terbentuknya-maroon-5.html

Minggu, 01 Mei 2016

Sejarah Oasis

Pembentukan dan tahun awal (1991–1994)

Oasis bermula sebagai evolusi dari band The Rain yang beranggotakan Paul McGuigan (bass), Paul Arthurs (gitar), Tony McCarroll (drum), dan Chris Hutton (vokal). Mengalami ketidakcocokan dengan Hutton, Arthurs mengajak kenalan Liam Gallagher sebagai pengganti. Liam kemudian menyarankan mengubah nama band mereka menjadi Oasis. Nama ini terispirasi dari sebuah poster Inspiral Carpets yang ada di dinding kamar Gallagher bersaudara. Salah satu venue yang tertera di poster tersebut adalah Oasis Leisure Centre di daerah Swindon, Wiltshire.


Oasis tampil untuk pertama kalinya pada 18 Agustus 1991 di klub Boardwalk, Manchester. Kakak Liam, Noel Gallagher, yang saat itu menjadi roadie Inspiral Carpets, pergi menyaksikan band adiknya bermain. Meskipun Noel dan teman-temannya tidak menganggap Oasis bermain cukup spektakuler malam itu, dia mulai mempertimbangkan kemungkinan menggunakan band adiknya sebagai jalan untuk lagu-lagu yang telah ia tulis selama beberapa tahun. Noel mendatangi Oasis meminta bergabung dengan syarat dia akan menjadi penulis tunggal dan pemimpin band, serta bahwa mereka akan merintis sukses komersial secara sungguh-sungguh. Arthur mengenang, “Dia memiliki segudang ide. Ketika dia baru masuk, kami hanyalah band yang membuat kegaduhan dengan empat macam suara. Tiba-tiba saja, banyak sekali ide baru.” Oasis bersama Noel Gallagher menggarap konsep musikal yang bersandar pada kesederhanaan, dengan Arthurs dan McGuigan dilarang untuk memainkan not dan chord dasar, McCarroll memainkan ritmik dasar, dan pengeras suara mereka dirancang untuk menghasilkan distorsi. Oasis menciptakan sebuah suara “samasekali tanpa kecekatan dan kerumitan, yang justru menghasilkan suara yang "tak terhentikan".”
Setelah lebih dari setahun tampil di berbagai tempat dan sebuah rekaman demo (dikenal sebagai kaset Live Demonstration), kesempatan besar Oasis datang pada bulan Mai 1993 ketika mereka menarik perhatian wakil pemilik Creation Records, Alan McGee. Oasis diundang untuk tampil di klub King Tut's Wah Wah Hut, Glasgow, Skotlandia. Oasis, bersama sekelompok teman, berhasil mengumpulkan uang untuk menyewa van demi perjalanan ke Glasgow. Ketika mereka tiba, mereka ditolak untuk masuk karena tidak terdaftar dalam daftar set malam itu, yang dilaporkan membuat mereka kemudian memaksa masuk (walaupun juga Oasis dan McGee telah memberikan pernyataan berlawanan yang mengenai bagaimana akhirnya Oasis diterima masuk malam itu). Oasis diberikan slot kosong untuk tampil dan berhasil membuat McGee terkesan. Empat hari berikutnya, McGee mengontrak Oasis ke Creation Records.  Dikarenakan masalah pengamanan kontrak Amerika, Oasis akhirnya menandatangani kontrak global bersama Sony.

Mengikuti rilis terbatas demo lagu mereka "Columbia", singel resmi pertama Oasis, "Supersonic", dirilis pada bulan April 1994, mencapai posisi 31 di chart musik Inggris. Setelah itu, Oasis merilis lagu "Shakermaker". Lagu ini kemudian menjadi subyek gugatan plagiarisme, dengan Oasis membayar $500.000. Singel ketiga mereka, "Live Forever", menjadi yang pertama memasuki top-10 chart musik Inggris. Setelah sesi rekaman dan mixing yang sempat bermasalah, album perdana Oasis, Definitely Maybe, dirilis pada September 1994, memasuki cahrt pada posisi pertama, dan pada saat itu menjadi album perdana dengan angka penjualan tercepat di Inggris.
Menjadi bagian terbaik sepanjang tahun dengan rekaman dan penampilan live secara konstan, ditambah dengan gaya hidup hedonistik, mulai memberikan dampak terhadap band. Kebiasaan tersebut memuncak saat sebuah penampilan di Los Angeles pada bulan September 1994 dimana Liam dibawah pengaruh metamfetamin, menyebabkan sebuah penampilan yang tidak layak dimana dia membuat pernyataan menghina terhadap penonton Amerika dan kemudian melukai Noel dengan tamburin. Insiden tersebut membuat Noel marah hingga membuatnya meninggalkan band segera setelah tampil dan terbang ke San Francisco (dari kejadian inilah lagu "Talk Tonight" ditulis). Noel dilacak oleh Tim Abbot dari Creation Records dan mereka berkunjung ke Las Vegas. Disana, Gallagher dibujuk untuk melanjutkan Oasis. Noel kemudian berdamai dengan Liam dan melanjutkan tour di Minneapolis. Oasis melanjutkan singel keempat album Definitely Maybe, "Cigarettes & Alcohol", dengan singel Natal "Whatever", yang memasuki chart Inggris pada posisi tiga.

Hits
Dont look back in anger
Dont go away
WonderWall

Sumber: http://dendisetiawan.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-terbentuknya-oasis.html

Sejarah The Beatles



AWAL MULA (1957 -1962)
The Beatles dimulai di tanah Liverpool dari sebuah band bernama The Quarrymen yang dibentuk oleh John Lennon pada Maret 1957, saat itu ia berusia 16 tahun. Paul McCartney yang saat itu berusia 15 bergabung dengan The Quarrymen beberapa bulan berikutnya. Di tahun berikutnya, teman McCartney yaitu George Harrison ikut bergabung. The Quarrymen hingga tahun 1960 terdiri dari trio gitaris yang memainkan rock n roll ala Elvis, Buddy Holly dan The Crickets. Di awal Tahun 1960, seorang teman Lennon, Stu Sutcliffe, melengkapi formasi sebagai bassist. Dialah yang kemudian menawarkan untuk mengganti nama The Quarrymen. Saat itu, beberapa kali band itu mengalami perubahan nama, dari The Beetels, The Beatlas, Johny and the Moondogs, Long John and the Beetles, dan The Silver Beatels, hingga akhirnya mereka membuang kata silver dan mantaplah nama The Beatles pada bulan Agustus 1960.
Di pertengahan 1960, seorang relasi bernama Allan Williams mengajak mereka untuk bermain di Hamburg, Jerman. Karena kekosongan pemain drum, mereka lalu secara dadakan mengaudisi Pete Best dan duduklah dia di posisi tersebut. Mulailah petualangan mereka mengisi klub-klub kawasan merah Hamburg dengan rock and roll.
Di Hamburg, Sutcliffe mendapat kekasih baru bernama Astrid Kirchherr. Nona inilah yang yang memperkenalkan gaya rambut German “exi” (eksistensialis) yang nantinya diadopsi sebagai trademark rambut personil The Beatles.


REKAMAN PERTAMA
Kesempatan pertama The Beatles di Hamburg hanya beberapa bulan saja. Berbagai masalah membuat beberapa personil harus kembali ke Liverpool pada akhir 1960. hanya Sutcliffe yang kemudian menetap di Jerman. Personil The Beatles lainnya melanjutkan bermain di berbagai club di Liverpool. Secara rutin mereka bermain di daerah Merseyside, tepatnya di sebuah klub legendaris bernama Tavern Club, tempat yang menjadi tonggak lahirnya Merseybeat Sound. Pada awal tahun 1961, Sutcliffe keluar dari band untuk memfokuskan diri pada pendidikannya sekolah seni di Jerman. McCartney lalu mengambil posisinya sebagai pemain bass. Di tahun yang sama, The Beatles kembali ke Hamburg,  mereka kemudian mendapat kontrak rekaman pertama dari seorang produser Jerman, Bert Kaempert, untuk menjadi band pendamping seorang penyanyi gitaris rock British bernama Tony Sheridan. Rekaman itu bertajuk “Tony Sheridan & The Beat Brothers, dengan single “My Bonnie”.
Di tahun 1961, nama The Beatles semakin populer, terlebih di Liverpool. Tavern Club mengantarkan mereka bertemu dengan Brian Epstein, seorang pengusaha rekaman dan kolomnis musik, yang kemudian menjadi manajer mereka pada Januari 1962. Epstein mengajak mereka mengikuti audisi di Decca Records (beberapa track audisi kemudian dijadikan bootleg yang dirilis pada tahun 1995). Namun Decca Records menolak mereka begitu pula dengan beberapa label yang lain. Di tahun yang sama, usaha giat Epstein terbayar kala  seorang produser bernama George Martin mengajukan surat kontrak kepada The Beatles dibawah label Parlophone, anak perusahaan EMI Records. The Beatles kemudian melakukan rekaman pertamanya dibawah Martin di Studio Abbey Road (milik EMI) di London pada Juni 1962. Kala itu, Martin menyatakan ketidaksukaannya pada Pete Best, ia mengajukan usulan kepada Epstein untuk mengganti Best dengan drummer studio. Lalu mereka menyewa Andy White sebagai Drummer. Pemecatan Best mengantar The Beatles bertemu dengan Ringgo Starr yang pada saat itu meninggalkan bandnya Rory Storm and the Hurricanes. Sebelum Ringgo resmi bergabung, Andy White masih mengisi track drum di single “Love Me Do” dan “P.S. I Love You”. Untuk kepentingan komersil, Epstein memberi masukan kepada The Beatles untuk menyempurnakan penampilannya dengan memakai pakaian rapi dan dasi, melengkapi potongan khas rambut mereka.
Inilah formasi terakhir yang terus bertahan hingga bubarnya nanti yaitu John Lennon pada gitar, McCartney pada Bass, George Harrison pada Gitar lead, Ringgo Starr pada Drum, dan semua personil menjadi penyanyi. Single “Love Me Do” membuat The Beatles terkenal saat itu. Popularitas mereka menanjak ketika tak lama kemudian mereka merilis single “Please Please Me/Ask me Why” pada bulan November yang kemudian mencapai puncak chart UK di awal 1930. Sepanjang tahun 1962 ini, The Beatles masih bermain di Hamburg hingga berakhir pada bulan Desember 1962.


KETENARAN GLOBAL (1963 – 1966)
Tahun 1963 menjadi tahun produktif untuk The Beatles. Diproduseri oleh George Martin, The Beatles memproduksi LP (Long Playing Records / album) secara Live di Abbey Road Studios. 10 tracks direkam melengkapi 4 tracks yang sudah dirilis sebelumnya. LP yang diberi tajuk “Please Please Me” itu kemudian dirilis pada Maret 1963. Materi di album ini menampilkan duet komposisi Lennon-McCartney yang kemudian menjadi prototype di album-album berikutnya. Ke produktif-an The Beatles diikuti dengan dirilisnya beberapa single, yaitu “From Me To You” pada bulan April yang juga merajai puncak Chart UK, dan single keempat “She Loves You” di bulan Agustus yang sukses menjadi single pertama yang terjual sejuta copy. Logo icon The Beatles juga diperkenalkan pertama kali di Tahun 1963 saat menghiasi cover bass drum Starr. Begitu pula dengan istilah “Beatlemania” yang lahir seiring menanjaknya kepopuleran mereka di pertengahan 1963. Hari-hari The Bealtes mulai diwarnai dengan banyaknya jadwal konser yang mana panggung mereka selalu ramai dengan fans yang berteriak dengan histeris. Tour luar negeri pertama mereka (selain di Hamburg) adalah ke Swedia pada bulan Oktober. Sepulangnya dari Swedia, mereka disambut oleh banyak fans dan wartawan yang mulai memaparkan mereka di headline media.
Disela jadwal tour, The Beatles juga menyempatkan diri merekam lagu sebagai materi untuk album berikutnya “With The Beatles”. Materi direkam memakai teknik studio recording (tidak live seperti sebelumnya)  pada bulan Juli dan Oktober 1963. Sebelum album tersebut dirilis, mereka mengeluarkan single “I Want To Hold Your Hand” di bulan November. Sama seperti single sebelumnya, single inipun kembali menambah banyaknya fans yang menggilai mereka, sebuah fenomena musik yang belum pernah ada sebelumnya di UK. Album “With The Beatles” akhirnya resmi di rilis pada Januari 1964 yang secara umum berisi materi duet Lennon-McCartney. Album ini mendapat pujian dari Times melalui kritikus musik Willian Mann yang mengukuhkan duet Lennon-McCartney sebagai komponis Inggris yang mengagumkan.
AWAL BRITISH INVASION
Sejarah The Beatles pun sampai di tanah Amerika (US). Pada awalnya, perjalan lagu-lagu mereka tidak begitu mulus, Capitol Records, label independent di US, menolak untuk merilis beberapa single pertama band ini. Hingga akhirnya mereka merilis single “I Want To Hold Your Hand” yang kemudian merajai chart US dan terjual lebih dari 2,5 juta copy. Perjalanan The Beatles ke US dimulai pada 7 Februari 1964 yang menjadi tonggak Invasi Inggris (Brtitish Invasion). Mendarat di JFK Airport, mereka disambut sekitar 3000 fans. Penampilan pertama mereka di The Ed Sullivan Show disaksikan sekitar 74 juta orang atau setidaknya 40 persen populasi Amerika. Setelah itu, mereka mengadakan konser terbuka pertama di Washington Coliseum yang dibanjiri oleh ribuan beatlemania. Mereka kembali ke Inggris pada 22 Februari setelah sebelumnya tampil untuk kedua kalinya di The Ed Sullivan Show. Lagu-lagu The Beatles merajai posisi chart Billboard. Remaja Amerika pun mulai meniru gaya rambut dan berpakaian mereka. Tampilnya mereka di US menginspirasi banyak band Inggris untuk menyeberang Lautan Atlantik menuju Amerika, inilah British Invasion.
The Beatles memulai lagi tour internasionalnya pada bulan Juni 1964 menuju Belanda, Hongkong, Australia, dan New Zealand, lalu kembali lagi ke US. Tour mereka selalu dihiasi ribuan fans yang berteriak histeris yang menutupi kemampuan ampli mereka mengeluarkan musik yang mereka mainkan, sehingga para personil The Beatles tidak dapat mendengarkan apa yang mereka mainkan. Hal rutin ini lah yang kemudian membuat mereka bosan melakukan tour.
Tour ke US pada bulan Agustus membawa mereka pada sebuah pertemuan yang kemudian akan mengubah mereka. Mereka dipertemukan dengan seorang legenda Folk song Amerika yaitu Bob Dylan. Bisa dibayangkan dari latar belakang musik, lirik, penampilan, serta gaya hidup mereka yang berbeda jauh. Bob Dylan yang flamboyan, seorang kritikus sosial dan politik dengan lirik-lirik puitis yang tajam bertemu dengan 4 orang berpenampilan rapi yang membawakan rock and rol ‘manis’ yang penuh dengan lirik cinta. Dylan yang kemudian memperkenalkan The Beatles dengan Mariyuana. Ada kisah lucu dai kejadian ini, Dylan menawarkan Mariyuana karena dia salah mengartikan lagu “I Want To Hold Your Hand” pada kata ‘I can’t hide’ dan ‘I get high’ yang dipikirnya mengacu pada Mariyuana. Yah, pertemuan ini adalah pertemuan budaya yang sangat menginspirasi The Beatles di album-album berikutnya.


A HARD DAYS NIGHT, BEATLES FOR SALE, HELP!, HINGGA RUBBER SOUL
Pada kesempatan selanjutnya, The Beatles mulai merambah ke dunia per-film-an. Kurangnya perhatian Capitol Records membuat kompetitor lain mendekati The Beatles. Adalah United Artist Records melalui divisi film nya menawarkan kontrak film kepada The Beatles, dengan harapan akan diikuti oleh kontrak rekaman. Debut film pertama The Beatles berjudul “A Hard Day’s Night”  yang di sutradarai oleh Richard Lester, digarap selama 6 minggu di bulan Mei-April 1964. Film ini bergaya semi dokumenter musikal yang menampilkan para personil The Beatles secara komikal dan komedi. Film ini pertama kali diputar di London dan New York pada bulan Juli dan Agustus dan menuai sukses.
Album Soundtrack “A Hard Day’s Night” dirilis pada bulan Juli 1964. Sama seperti album-album sebelumnya, album ini pun juga menuai sukses. Dalam album ini terlihat bahwa semua musik yang meng-influens mereka menyatu dan menampilkan ciri rock and roll The Beatles yang khas. Sound khas mereka pun mulai tampak di album ini. Materi dalam album ini memuat komposisi original dari Lennon dan McCartney, tanpa lagu cover. Secara umum dapat dikatakan bahwa di album ini lah The Beatles mulai menampilkan kesejatian musik mereka yang penuh keceriaan dan optimisme.  Sound The Beatles yang khas, khususnya sound gitar resonant elektrik 12 senar yang dipakai Harrison kemudian menginfluens sound band The Byrds dalam meramaikan dunia rock and roll tahun 60an.
Belum hilang gegap gempita album “A Hard Day’s Night”, The Beatles kembali masuk ke dapur rekaman untuk menyelesaikan materi album studio ke lima nya, “Beatles for Sale”. Mereka menggarap materi ini selama bulan Agustus sampai Oktober 1964, album ini kemudian di rilis pada akhir tahun 1964. Secara materi album, format “Beatles For Sale” mengikuti dua album pertama yang banyak diisi dengan banyak lagu cover.
Memasuki tahun 1965, kehidupan The Beatles mulai diwarnai dengan kontroversi. Pada bulan April, The Beatles mulai berkenalan dengan LSD, yang diberikan oleh oleh dokter gigi Lennon dan Harrison. Pada bulan Juni, Ratu Elizabeth II menunjuk mereka menjadi Anggota Kerajaan Inggris (MBR), yang ditentang oleh beberapa anggota lain yang konservatif, karena kebiasaan penghargaan itu diberikan kepada militer ataupun pemimpin sipil.
Ditahun yang sama, The Beatles kembali menggarap film ke dua. Bertajuk “Help!”, film ini kembali di sutradarai oleh Richard Lester, yang kemudian dirilis pada bulan July 1964. Beberapa review mengatakan bahwa film ini sangat buruk dibandingkan dengan film sebelumnya, namun walau demikian film ini tetap mendapat kesuksesan komersil di pasaran. Materi soundtrack di album “Help!” hanya diisi oleh dua lagu cover. Di album ini, Harrison mulai menampilkan dirinya sebagai pencipta, ada dua lagu yang ia ciptakan untuk album ini. “Help!” juga menunjukkan perubahan pada diri The Beatles. Perubahan vocal Lennon dipengaruhi oleh Bob Dylan dan gaya musisi folk Amerika lain. Selain itu, album ke lima ini berisi sebuah lagu balada terkenal sepanjang masa yaitu “Yesterday“ yang diciptakan oleh McCartney. Adalah suatu tahapan baru ketika mereka mulai memasukkan unsur orkestra pada lagu ini.
The Beatles kemudian melakukan kunjungan ke US untuk yang ketiga kalinya pada Agustus 1965. Konser terbesar pada kunjungan ini adalah di  New York’s Shea Stadium yang dihadiri sekitar 55.600 orang fans. Kemudian The Beatles melanjutkan 9 konser sukses lainnya di berbagai kota di Amerika. Di akhir kunjungan, The Beatles akhirnya bertemu dengan idola mereka yang menjadi pondasi musik mereka, Elvis Persley. Mereka kemudian mengobrolkan banyak hal dan melakukan jam session.
Album berikutnya, “Rubber Soul” dirilis pada bulan Desember 1965. Album ini mendapat banyak pujian karena menampilkan kedewasaan bermusik mereka. Banyak sekali peningkatan kualitas baik dari materi komposisi, lirik, dan berbagai sound yang dipakai. Pada Norwegian Wood (The Bird has Flown), merakai mulai memasukkan unsur sound tradisional seperti sitar, yang menjadi momentum dalam merombak unsur sound pada genre rock standar. Beberapa komposisi menandai mereka sudah memasuki ranah baru dalam bermusik seperti folk rock. Lirik The Beatles mulai mencerminkan perasaan terdalam mereka, yang kemudian disambut dengan banyak interpretasi berbeda tentang cerita dalam lagu-lagu mereka. Album ini menandai perubahan signifikan pada musik The Beatles yang kemudian tercermin di album-album berikutnya.
MENJADI BAND STUDIO
Di bulan Juni 1966, Capitol Records merilis sebuah album kompilasi The Beatles untuk pasar US. Album bertajuk “Yesterday and Today” itu menuai kontroversi dimana foto kulit album menampilkan personil The Beatles berpakaian ala tukang potong daging sedang tersenyum menyeringai dikelilingi potongan daging dan boneka bayi. Menurut The Beatles sendiri gambar itu adalah sebuah lelucon satri untuk Capitol Records dimana mereka mengartikan kompilasi berarti ‘memotong-motong’ lagu dari album mereka terdahulu. Tak lama kemudian album tersebut berganti kulit album. Kini album dengan gambar tukang potong daging tersebut menjadi koleksi langka yang tentunya para kolektor berani membayarnya dengan harga mahal. Tak lama setelah kontroversi cover, The Beatles kembali menjadi sorotan publik saat tour dunia mereka ke Filipina. Saat itu ibu negara Filipina, Imelda Marcos, mengundang The Beatles untuk sarapan bersama. Epstein menolak tawaran tersebut dengan sopan. Namun penolakan tersebut dianggap hinaan bagi rejim Marcos. Terjadilah kericuhan yang membahayakan mereka, walau akhirnya mereka dapat lolos keluar dari negeri itu dengan berbagai kesulitan.
Tak lama sekembalinya mereka, lagi-lagi sebuah kisah kontroversi terjadi. Kelompok agama dan sosial yang konservatif di US mengkritik mereka akibat komentar Lennon saat diwawancarai reporter Inggris Maureen Cleave mengatakan bahwa Kristiani sedang sekarat dan The Beatles lebih populer daripada Yesus. Berita ini kemudian muncul di majalah remaja US Datebook. The Beatles kemudian dilarang di bebereapa tempat. Afrika Selatan bahkan melarang pemutaran lagu The Beatles  hingga akhirnya diizinkan kembali di tahun 1971. Epstein balas mengkritik Datebook dengan menyatakan bahwa tulisan mereka tidak sesuai dengan konteks wawancara saat itu. Lennon menyatakan bahwa saat itu ia menunjuk bagaimana orang-orang begitu mengelu-elukan mereka, sama seperti orang-orang menyukai televisi, dan dalam hal ini, seperti hal nya Televisi, The Beatles lebih populer dari Yesus. Pada akhirnya, Lennon pun meminta maaf kepada publik.
Terlepas dari kontroversi yang berkelanjutan tersebut, The Beatles kembali merilis sebuah album fenomenal lain pada bulan Agustus 1966. Album berjudul “Revolver” kembali mendapat pujian dari berbagai media. Salah satu komentar bahwa di album ini The Beatles kembali mengalami peningkatan kualitas dari album sebelumnya. The Beatles kembali dipuji atas berbagai eksperimen sound dan inovasi original pada materi lagu-lagu mereka. Perhatikan lagu “Tomorrow never knows “ yang berisi berbagai sound-sound yang terdengar aneh namun begitu menyatu dengan tema lagu mereka. Simak pula megahnya orkestrasi di lagu Eleanor Rigby yang begitu mendukung cerita satir lagu itu. Album ini juga dianggap sebagai salah satu momentum yang memperkuat perubahan musik mereka ke arah folk rock.
The Beatles mengambil sebuah keputusan brilian yang sangat mempengaruhi peningkatan kualitas berkali-kali lipat pada album mereka selanjutnya. Mereka memutuskan untuk tidak lagi melakukan tour, dengan kompensasi mereka memfokuskan diri pada rekaman studio. Berbagai hal mendasari keputusan ini, dari bosan melakukan konser, tidak dapat mendengarkan sound mereka disaat konser karena selalu tertutup dengan teriakan fans, hingga berbagai kasus kontroversi yang menerpa mereka. Konser komersil terakhir The Beatles terjadi di Candlestick San Franssisco pada 26 Agustus 1966.
Berbagai spekulasi dikeluarkan oleh media terkait keputusan tersebut. Segala opini dijawab The Beatles dengan keluarnya single “Penny Lane/ Strawberry Fields Forever” di bulan Februari 1967. Single tersebut dinyatakan sebagai single yang paling berkualitas dari single-single terdahulu. Dua lagu tersebut menandai era baru musik The Beatles.
Tak lama setelahnya, tepatnya pada bulan Juni 1967, keluarlah jawaban The Beatles atas keputusan brilian mereka untuk fokus pada rekaman. Album bertajuk “Sgt. Pepper Lonely Heart Club Band’ yang begitu fenomenal menandai puncak kualitas bermusik The Beatles. Majalah Rolling Stones menempatkan album Sgt. Pepper di urutan pertama di edisi 500 Greatest Albums of All Time. Album yang sangat konseptual ini menandai revolusi baru dalam sejarah musik rock yang dahulu ditandai oleh fenomena Elvis Perseley pada tahun 1956, dan fenomena Beatlemania tahun 1963.
Materi album Sgt. Pepper dipenuhi dengan berbagai eksperimen inovatif yang menandai begitu kompleks nya musik The Beatles. The Beatles kembali melakukan perombakan besar-besaran pada standar musik yang pernah ada, sehingga membuka berbagai inovasi lain yang dapat dilakukan orang-orang dalam bermusik. Semua lagu dalam album ini adalah masterpiece. Simaklah lagu memorial Lennon “A Day in the Life” yang berisi beragam sampling suara. Lirik lagu mereka semakin dalam dan puitis dengan aneka ragam tema cerita. Orang-orang pun mulai mempelajari lirik lagu mereka layaknya sebuah karya sastra yang membuka banyak interpretasi. “Lucy In The Sky With Diamonds” adalah lagu dengan lirik yang mengundang beragam interpretasi. Berbagai dugaan mengkaitkan lagu tersebut dipengaruhi narkotika, sesuai dengan judulnya yang bila disingkat akan menghasilkan “LSD”, salah satu produk narkotika yang kerap dikonsumsi para Beatle. Tak hanya di materi lagu, desain kulit album dan penampilan personil The Beatles juga mengalami perubahan yang menandai kedewasaan mereka. Secara umum, berbagai hal, bahkan hal yang begitu detail, dalam album ini mendapat sorotan dan pujian.
Pada25 Juni, The Beatles kembali mengeluarkan single barunya, “All You Need is Love” yang menjadi lagu kebangsaan gerakan generasi bunga saat itu. Single tersebut disiarkan secara global pada Our World (International TV Special), sebuah tv jaringan pertama. Beberapa bulan kemudan, mereka pergi kepada Maharishi Mahesh Yogi di Bangor untuk melakukan meditasi transen karena mereka merasa kondisi psikologis mereka kurang baik saat itu. Ditengah proses, datanglah sebuah kabar yang sangat buruk. Manajer mereka Brian Epstein ditemukan tidak bernyawa akibat overdosis. Emosi Epstein yang rapuh saat itu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti misalnya ketakutannya The Beatles tidak akan memperpanjang kontrak dengannya dan berbagai masalah bisnis lainnya. Kematian Epstein jugalah yang dipercaya membuat The Beatles kehilangan kendali seorang pemimpin, yang kemudian membuat mereka tak kuasa meredam konflik antar personil.
Kematian Epstein sangat memukul hati mereka. Walau dalam keadaan tertekan, mereka tetap memproduksi proyek film berikutnya. Film berjudul “Magical Mistery Tour”  yang mereka sutradarai sendiri, yang kemudian diputar pada menjelang Natal Desember 1967. Berbeda dengan film nya yang mendapat banyak kritikan pedas, soundtrack film ini mendapat tanggapan positif karena kualitasnya yang sebanding dengan album sebelumnya. Di Inggris, soundtrack ini dirilis sebagai EP berisikan 6 lagu yang dirilis awal Desember. Sedangkan di Amerika, soundtrack ini dirilis sebagai LP ditambah 5 lagu dari single-single mereka sebelumnya. Sebulan kemudian yaitu Januari 1968, The Beatles tampil sebagai cameo di produksi film animasi “Yellow Submarine”. Film ini kemudian dirilis pada bulan Juni 1968. Soundtrack-nya sendiri dirilis 7 bulan berikutnya.
Masih dalam keadaan penuh tekanan, The Beatles kembali ke Maharishi untuk melanjutkan meditasi-nya. Namun proses tersebut tidak bertahan lama, satu persatu mereka kembali. Harrison yang paling lama tinggal disana. Lennon sendiri meninggalkan Maharishi karena dia mendapat kabar bahwa Maharishi bermaksud me manipulasi band mereka, dan Lennon mengetahui Maharishi melakukan pelecehan sexual kepada muridnya. Namun dalam proses tersebut, The Beatles banyak mendapat inspirasi lagu untuk album berikutnya.
Sekembalinya The Beatles dari meditasi, mereka menggarap proyek album yang kemudian dirilis sebagai double album. Album yang dikenal sebagai “White Album” itu mempunyai sampul cover yang sederhana, secara umum berwarna putih, yang didedikasikan untuk Epstein. Album ini adalah album pertama yang dirilis di label Apple Records, label yang dibentuk The Beatles untuk mewujudkan impian Epstein. Dari proses rekaman album ini mulai terlihat perpecahan dalam diri The Beatles. Ketidak disiplinan Starr yang sering meninggalkan proses produksi. Lennon yang saat itu tengah berpacaran dengan Yoko Ono, seorang artis avant-garde dari Jepang, yang mana ia selalu membawa Ono ke studio ditentang oleh anggota Beatles lainnya, karena dianggap memecah konsentrasi. Lennon sendiri mulai mengkritik McCartney dengan mengatakan beberapa lagunya sperto Ob-La-Di, Ob-La-Da terdengar seperti musik tua. Album ini kemudian dirilis pada bulan November 1968 dan mendapat kritikan yang beragam. Beberapa menganggap kualitas album ini tidak sebanding dengan dua album sebelumnya. Di album ini, Lennon dan McCartney tidak menunjukkan peningkatan kualitas di lagu-lagu mereka, namun tidak demikian dengan Harrison yang mendapat banyak pujian atas beberapa lagu nya. Di album ini, musik The Beatles tidak nampak menyatu sebagai band seperti musik mereka di album terdahulu, namun lebih menonjolkan karakter masing-masing personil.
Di awal 1969, soundtrack “Yellow Submarine” dirilis. Album ini berisi 4 track lagu baru, beberapa lagu dari single terdahulu, serta 7 lagu instrumental komposisi George Martin. Di album ini, Harrison kembali mendapat pujian untuk komposisi “It’s All Too Much” dan “Only A Northern Song” yang semakin mengukuhkan diri nya sebagai pencipta lagu berkualitas.
DUA ALBUM TERAKHIR… DAN BERAKHIRLAH SUDAH
Dua album terakhir dirilis The Beatles dirilis akhir Tahun 1965 dan pertengahan 1970, yaitu “Abbey Road” dan “Let It Be”.  Walaupun “Let It Be” adalah album terakhir yang dirilis The Beatles, namun materinya direkam sebelum “Abbey Road”. Pada awalnya The Beatles memang akan merilis “Let It Be”, namun karena tidak menyukai hasil rekamannya, mereka memutuskan menunda album tersebut. Pada awalnya, judul album ini bukanlah “Let It Be”, melainkan “Get Back”. Ide konsep album ini berawal dari McCartney yang ingin kembali membuat album live. Ia merasa The Beatles terlalu berfokus pada studio dan berbagai eksperimen musik sehingga mengurangi sense mereka sebagai sebuah band. Saat itu hubungan antar anggota sedang buruk-buruknya. Perseteruan tampak diantara duo komponis utama Lennon-McCartney. Harrison pergi selama satu minggu, dan sekembalinya dia membawa seorang teman Billy Preston yang nantinya mengisi keyeboard pada lagu “Get Back”. Pilihan lokasi konser cenderung kontroversial yaitu di atap gedung Apple Corps, 3 Savile Row, London. Akhirnya mereka mengadakan konser terakhir tersebut pada tanggal 30 January 1969. Konser tersebut membuat penonton ramai baik yang memenuhi jalanan sekitar Apple Corps, maupun penonton yang menaiki atap gedung lain terdekat, demi melihat idola mereka. Konser tersebut berakhir setelah polisi menghentikan mereka karena suara nya yang mengganggu. Beberapa materi lainnya direkam di studio Abbey Road EMI.
Beberapa waktu setelah rekaman tersebut kembali terjadi perseteruan diantara personil The Beatles. Kali ini masalah bisnis, yaitu pemilihan manajer. Lennon, Harrison, dan Starr memilih Allen Klien, seorang bisnisman yang telah membawa kontrak band The Rolling Stones dan band UK lainny selama British Invasion. McCartney sendirian lebih memilih John Eastman, saudara istrinya Linda Eastman. Tidak adanya kesepakatan membuat keduanya dipilih menjalankan bisnis The Beatles.
Proses rekaman “Let It Be” yang penuh perseteruan membuat George Martin pesimis akan kelanjutan The Beatles. Ia menganggap proses “Let It Be” adalah yang terakhir untuk mereka semua. Ia terkejut ketika McCartney menghubunginya untuk kembali memproduksi album. Tanpa membuang waktu, mereka pun kembali masuk studio rekaman. Proses rekaman “Abbey Road” dimulai pada akhir Februari. Martin memberi ide konsep album dimana materi lagu per lagu diputar sambung menyambung (medley). Lennon menolak ide tersebut dan menawarkan bahwa lagu miliknya dan lagu milik McCartney dipisah di dua sisi (side). Akhirnya konsep kompromis album tersebut adalah satu sisi memuat lagu-lagu ciptaan personal, sisi lainnya memakai konsep medley, yang kemudian dikenal sebagai “Abbey Road Medley”. Pada saat proses rekaman, Lennon merilis single solo, diluar The Beatles, berjudul “Give Peace a Chance”, bersama Plastic Ono Band. Semementara rekaman “Abbey Road” diakhiri dengan lagu “I Want You (She’s So Heavy)” pada 20 Agustus 1969, yang adalah saat terakhir keempat Beatles bersama di dalam studio. Lennon memutuskan keluar dari band pada 20 September, tapi mereka tidak mempublikasikannya sampai berbagai hal menyangkut perjanjian kerjasama diselesaikan. “Abbey Road” terjual 4 juta copy dalam 2 bulan. Album ini menampilkan masterpice dari Harrison yaitu “Something”, dimana harmony dan melody dalam lagu itu mendapat banyak pujian. Secara umum, album ini mendapat pujian positif.
Kembali ke proses rekaman panjang “Let It Be” yang akhirnya selesai pada January 1970 saat merekam lagu Harrison “I Me Mine”. Materi album kemudian di berikan kepada Phil Spector untuk di final kan. Spector adalah seorang produser dari US yang pada waktu itu juga memproduseri single Lennon, “Instant Karma”. Spector memasukkan komposisi orkestranya dalam lagu McCartney “The Long and Winding Road”. McCartney tidak menyukai hasil dari Spector, namun terlambat untuk merivisi karena “Let It Be” telah terlanjur rilis pada 8 Mei 1970. Film dokumenter “Let It Be” dirilis tak lama setelahnya. Album terkahir The Beatles ini adalah album yang paling banyak mendapat kritikan negatif dari media.
McCartney akhirnya memutuskan keluar dari The Beatles dan mengumumkannya tanggal 10 April 1970. Pengumuman ini ia nyatakan dalam pers released untuk album solo nya. Konflik berlanjut saat rilis debut album solo McCartney yang berbarengan dengan “Let It Be”. Personel meminta McCartney untuk menuda rilis albumnya, namun ia menolak karena kekecewaannya pada hasil Spektor pada lagu “The Long and Winding Road” ciptaannya. Setelah itu… The Beatles akhirnya bubar.

LALU SETELAH ITU…
Setelah bubar, para mantan personel The Beatles tetap bermusik dengan proyek pribadi masing-masing. Terkadang satu personel ikut terlibat dalam proyek personel lain. Dalam proyek-proyek pribadi mereka, terlihat berbagai karakter bermusik asli masing-masing personel. Lennon sebagai musisi dengan berbagai lagu rock dan balada berlirikkan propaganda damai dan anti perang. McCartney dengan Pop manisnya. Harrison dengan lagu “kebatinan” yang selalu dibalut influens musik India. Starr dengan rock easy listening-nya. Dari semuanya, Lennon lah yang paling produktif menghasilkan lagu legendaris seperti “Imagine”, “Give Peace a Chance”, “Mother”, dan lain-lain. McCartney mengalami puncak jaya paska The Beatles saat ia mendirikan band Wings, walau sebenarnya tidak menyamai prestasi Lennon. Ada berbagai rumor beredar mengenai reuni The Beatles. Rumor itu akhirnya terpatahkan dengan kabar duka tertembak mati-nya John Lennon pada 8 Desember 1980 di New York. Lennon dibunuh oleh fans nya bernama Mark David Chapman. Pada 29 November 2001, kabar duka kembali terdengar, George Harrison menyusul Lennon. Kematiannya disebabkan kanker paru-paru.
Karya The Beatles terus di gandakan, diedit ulang, di kumpulkan, diolah kembali, dan ditemukan. Tiga personel The Beatles McCartney, Harrison, dan Starr, di tahun 1994 sempat bereuni dalam menjalankan proyek “Anthology”. Saat itu Lennon diwakili oleh mantan istrinya Yoko Ono. Proyek “Anthology” adalah beberapa dokumentasi baik saat mereka rekaman maupun latihan, lagu-lagu yang belum pernah dirilis, maupun berbagai percakapan terkait mereka tergabung dalam sebuah band paling fenomenal sepanjang sejarah, The Beatles.


Hits:
Hey Jude
Let It Be
Dont Let Me down

Sumber: https://indonesianbeatles.wordpress.com/2011/04/06/sejarah-the-beatles/

Profil band Noah (Peterpan)


NOAH (sebelumnya bernama Peterpan) adalah sebuah band dari Bandung, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2000 dan terkenal berkat lagu-lagunya "Ada Apa Denganmu", "Topeng", dan "Kukatakan Dengan Indah". Pada awalnya kelompok Noah terdiri dari Ariel, Uki, Lukman, Reza,Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.



Sejarah Terbentuknya Band ini 

tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.
Andika mengumpulkan kembali personel Topi pada tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama Peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.
Perjalanan profesional Peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Noey, basis Java Jive yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit", terpilih lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

Tahun 2000 merupakan titik awal dalam perjalanan karir musik 6 anak muda Bandung ini, karena pada saat itulah mereka bersama-sama membentuk sebuah band yang kemudian diberi nama Peterpan. Formasi mereka saat itu adalah Andika (keyboard), Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar), Indra (bass), dan Reza (drum). Secara resmi, Peterpan terbentuk pada tanggal 1 September 2000.
Harapannya sederhana. Mereka hanya ingin menjadi home band cafe ternama. Tahun 2001, Peterpan mulai merambah beberapa cafe antara lain O’Hara Tavern dan Sapu Lidi yang menjadi tempat mereka menyajikan lagu-lagu alternative rock,
Mereka mengirimkan demo berisi 3 lagu, yaitu Sahabat, Mimpi yang Sempurna dan Taman Langit. Akhirnya lagu Mimpi yang Sempurna terpilih untuk mengisi album kompilasi Kisah 2002 Malam. Mimpi yang Sempurna menjadi lagu andalan album kompilasi ini dan mendongkrak angka penjualan hingga 150.000 kopi. Lagu ini masuk ke dalam jajaran tangga musik di banyak radio nasional, dan menjadi lagu wajib para pengamen jalanan. Suatu harapan lain dari Peterpan mulai terwujud sedikit demi sedikit. Musik mereka mulai beterbangan dan bisa dinikmati oleh hampir semua orang di seluruh negeri.
Sukses tersebut membuka kesempatan baru bagi Peterpan. Tahun 2003, Peterpan, di bawah label Musica Studio, meluncurkan debut album Taman Langit. Dengan variasi sound yang apik, kesederhanaan lirik, kekhasan vocal Ariel yang disajikan Peterpan dalam album debut ini, musik Peterpan dengan mudah meresap di telinga penggemar musik Indonesia. Album debut Taman Langit meraih penghargaan Multi Platinum Award dan SCTV Award sebagai Album dan Band Pendatang Baru ngetop.


Mei 2004, Peterpan kembali masuk studio rekaman untuk mempersiapkan album ke-2 mereka yang direncanakan rilis pada bulan Agustus. Dalam tahap akhir persiapan album, demi penghargaan mereka pada para sahabat Peterpan, mereka menggelar konser di 6 kota di Jawa dan Sumatera dalam waktu 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk “Breaking The Record, Konser Untuk Sahabat” dimulai di Medan, lalu dilanjutkan ke Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang, dan diakhiri di Surabaya. Konser ini juga diakui sebagai salah satu rekor MURI.
Agustus 2004, Peterpan merilis album ke 2 Bintang di Surga. Seminggu setelah peluncuran album, Bintang di Surga mencapai angka penjualan 1 juta copy dengan single pertama Ada Apa Denganmu. Sebutan A Phenomenon Band pun melekat pada Peterpan, yang kemudian mensejajarkan Peterpan dengan band-band papan atas di negeri ini. Pada masa kritis industri musik Indonesia, album Bintang di Surga berhasil mencapai angka penjualan 3 juta kopi, dan meraih penghargaan demi penghargaan. Tak kurang dari 13 penghargaan dari dalam dan luar negeri diraih oleh Peterpan lewat album Bintang di Surga, diantaranya 7 penghargaan AMI AWARD, 2 SCTV Award, Triple Platinum Award, dan Platinum Berkembar Enam dari Malaysia, serta MTV Music Award pada tahun 2005.
September 2005, Peterpan merilis Album Soundtrack film Alexandria, dan lagi-lagi meraih Multi Platinum Award untuk penjualan album soundtrack tersebut dan SCTV Award. Single pertama , tak hanya menembus tangga lagu nasional, tetapi juga dibajak oleh musisi India, diaransemen ulang dan diubah liriknya ke dalam bahasa India. Lagu …. Versi India tersebut dinyanyikan , kemudian masuk dalam tangga lagu nasional India dan menjadi soundtrack film.
Juni 2006, setelah menghadiri penganugrahan MTV Music Award mereka yang ke 2, Peterpan memutuskan rehat panjang untuk mempersiapkan album ke 3 yang rencananya akan dirilis akhir tahun. Tetapi kondisi dan situasi yang terjadi di dalam tubuh Peterpan membuat rencana tersebut tak dapat berjalan.
Oktober 2006, Peterpan retak. Indra dan Andika keluar dari Peterpan, karena adanya ketidaksamaan visi dalam bermusik dengan, Ariel, Uki, Lukman, dan Reza. Masalah demi masalah bermunculan menghantam Peterpan. Tetapi 4 personil yang tersisa di Peterpan tetap bersemangat untuk menyelesaikan album ke 3 mereka.

Rumor perpecahan di tubuh Peterpan ternyata terbukti. Indra dan Andhika akhirnya dikeluarkan dari grup musik terkenal asal Bandung ini.

"Sekarang aku sama Indra sudah tidak di Peterpan lagi. Kita dikeluarkan secara baik-baik pada tanggal 8 Oktober kemarin," ungkap mantan pemain keyboard Peterpan. Andhika mengaku sempat terkejut dengan keputusan pemecatannya ini. Pada hari pemecatan itu, ia bersama Indra dipanggil di sebuah kafe di Bandung oleh manajer Peterpan. Di tempat tersebut telah berkumpul Ariel, Uki, Lukman, dan Reza beserta Joy, manajer Peterpan. "Kalau dibilang kaget, ya kaget juga karena sebelum tanggal itu dirinya sempat kumpul-kumpul dan ketawa bareng dengan mereka," cerita Andhika.

Bak ditikam dari belakang, Andhika dan Indra dipaksa hengkang dari band yang sudah menjadi bagian hidup dari mereka. Sebab, keempat rekannya yang masih di Peterpan menyetujui vonis pemecatan tersebut. Padahal, selama ini mereka telah dianggap sebagai keluarga. "Alasannya, karena aku tak bisa kerja lagi dengan mereka. Aku enggak nyangka aja," ungkap Adhika.

Bagi Andhika, alasan visi musik yang sudah berbeda dengan teman-temannya itu hanyalah kedok mereka untuk pemecatan tersebut. Soalnya, sebagai pendiri Peterpan, Andhika mengaku telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk eksistensi musik Peterpan. Lagu Bintang di Surga adalah hasil karya pemain keyboard ini. Ironisnya, nama Peterpan tersebut ternyata pemberian dari ibunda Andhika. Lantaran itu, Andhika menjelaskan nama Peterpan sudah seharusnya dicopot dari belantika musik Indonesia akibat pemecatan dirinya. "Maunya aku sih karena kontrak sudah habis, ganti nama (grup musik) aja kalau sudah berempat," kata pendiri grup Peterpan ini.


Mei 2007, setelah vakum hampir 1 tahun, Peterpan merilis album ke 3, Hari yang Cerah. Gaya bermusik dan aransemen yang agak berbeda dari album-album sebelumnya, Peterpan semakin memperlihatkan kematangan mereka dalam bermusik. Pada album ini, Peterpan melibatkan 2 additional band, David (keyboard) dan Lucky (bass). Saat ini, album Hari Yang Cerah telah membukukan angka penjualan di atas 500.000 copy. Di sela-sela jadwal promo yang padat, Peterpan mendapat undangan untuk mewakili Indonesia di ajang Asia Song Festival yang ke-4 di Korea Selatan pada September lalu. Dari Korea, Peterpan membawa oleh-oleh penghargaan Best Contribution Award.
Waktu dan perjalanan yang panjang...sejak 6 orang anak muda Bandung mengawali karir musik mereka lewat sebuah album kompilasi Kisah 2002 Malam, lewat sebuah lagu berjudul Mimpi yang Sempurna.

 Tanggal 2 Agustus 2012 menjadi sejarah baru bagi Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David. NOAH telah dipilih Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David menjadi nama yang akan mewakili mereka di dunia musik kedepannya. Nama Peterpan memang sudah lama ditinggalkan mereka, ada banyak prestasi yang dicapai ketika masih menggunakan nama Peterpan. Namun sekarang nama NOAH akan mewakili mereka berkarya di dunia musik.
     Nama NOAH sendiri menurut Ariel dipilih karena nama itu terasa sangat mewakili musik mereka. NOAH menurut Uki bukan diambil dari nama Nabi Nuh. Dalam konferensi pers yang diadakan di Musica Studio’s Uki berkata bahwa NOAH dapat berarti membuat nyaman, memberi ketenangan dan panjang umur.
     Sesaat setelah mengumumkan nama NOAH sebagai nama band dari Ariel, Uki, Lukman dan David, berbagai ucapan selamat datang dari masyarakat lewat akun twitter. Dalam sesaat topik “Welcome NOAH” menjadi Trending Topic Worldwide dan bertahan di jejeran atas dalam waktu cukup lama. Akun twitter @newpeterpanband pun ikut berganti nama menjadi @NOAH_ID sesaat setelah pengumuman.
     Ternyata kehadiran Ariel, Uki, Reza dan David masih sangat diharapkan kehadirannya di blantika musik tanah air. Ucapan selamat datang pun tidak hanya datang dari masyarakat umum tetapi juga dari kalangan selebritis. Salah satunya Gading Marten melalui akun twitternya @gadiiing menulis : “Welcome @NOAH_ID .. Menunggu kesuksesan kalian yg tertunda.. Gas puoooolllll masbrooo!!!!”
Selamat datang NOAH! Selamat menciptakan hits-hits berikutnya!

Sumber : http://arvierosa.blogspot.co.id/2012/09/mengupas-sejarah-peterpan-sampai.html
http://rianlenggu14.blogspot.co.id/